TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Senior Advisor International Crisis Group, Sidney Jones mengatakan sebenarnya muncul terorisme bukan karena faktor internasional, akan tetapi lebih dominan karena faktor domestik.
"Pada tahun 2008 muncul gerakan di Palembang kemudian gerakan yang disebut ring Banten dan terakhir di Aceh itu sebenarnya merupakan ekspresi kekecewaan terhadap strategi Noordin M Top yang tidak bisa diterima oleh mereka," ujar Sidney Jones pada acara diskusi bertajuk “Problematika Penanganan Masalah Terorisme yang diselenggarakan oleh Imparsial di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Jumat (3/9/2010).
Menurutnya, munculnya gerakan baru ini akibat kemarahan terhadap strategi Noordin M Top yang menerapkan peledakan bom disejumlah gedung-gedung bertingkat tinggi. Sehingga menyebabkan kematian dari orang-orang Muslim.
"Jihad yang diterapkan adalah upaya bukan tujuan, sehingga banyak yang beraliansi. Artinya mereka tidak setuju dengan Noordin tapi masih ingin mendirikan Syariat Islam," ungkapnya.
Sidney Jones menganggap, metode Noordin M Top sudah tidak relevan lagi sehingga mereka memunculkan gerakan baru.
Jumat, 3 September 2010 19:45 WIB
Penulis : iwan
Editor : johnson_simanjuntak
"Pada tahun 2008 muncul gerakan di Palembang kemudian gerakan yang disebut ring Banten dan terakhir di Aceh itu sebenarnya merupakan ekspresi kekecewaan terhadap strategi Noordin M Top yang tidak bisa diterima oleh mereka," ujar Sidney Jones pada acara diskusi bertajuk “Problematika Penanganan Masalah Terorisme yang diselenggarakan oleh Imparsial di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Jumat (3/9/2010).
Menurutnya, munculnya gerakan baru ini akibat kemarahan terhadap strategi Noordin M Top yang menerapkan peledakan bom disejumlah gedung-gedung bertingkat tinggi. Sehingga menyebabkan kematian dari orang-orang Muslim.
"Jihad yang diterapkan adalah upaya bukan tujuan, sehingga banyak yang beraliansi. Artinya mereka tidak setuju dengan Noordin tapi masih ingin mendirikan Syariat Islam," ungkapnya.
Sidney Jones menganggap, metode Noordin M Top sudah tidak relevan lagi sehingga mereka memunculkan gerakan baru.
Jumat, 3 September 2010 19:45 WIB
Penulis : iwan
Editor : johnson_simanjuntak
Member Login
Noticeboard
Seminar Nasional
dalam rangka
"Memperingati Hari HAM
dan Mengenang (alm) Munir 8 Desember 1965 - 7 September 2004”
“Hentikan Kekerasan di Papua menuju Dialog Jakarta-Papua”
9 Desember 2011
Auditorium FISIP Universitas Parahyangan Bandung
Diselenggarakan oleh :
FISIP Universitas Parahyangan, Imparsial dan Forum Akademisi untuk Papua Damai
Jadwal acara dan Pembicara :
Disk
Siaran Pers
Kementerian Pertahanan Sebagai Penghambat Reformasi Peradilan MiliterSiaran Pers Imparsial No.003/siaran pers/imparsial/II/2010 Proses amandemen UU 31/1997 tentang peradilan militer kembali mengalami stagnasi.... Read moreMittwoch, den 03. Februar 2010 um 00:00 Uhr
" Menyikapi Kedatangan Presiden Barack Obama "Siaran Pers Imparsial No.005/Siaran Pers/IMP/III/2010 " Menyikapi Kedatangan Presiden Barack Obama " Kedatangan Presiden Amerika Seri... Read moreDonnerstag, den 11. März 2010 um 20:33 Uhr
|




