“Kita juga minta para pihak untuk mengkondisikan dan menjadwalkan doalog yang akan berlangsung,” kata Pater Neles Tebay, Dosen Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi Fajar Timur, membacakan pernyataan sikap Forum Akademisi Unntuk Papua Damai, di Wisma PGI, Jalan teuku Umar, Menteng, Jakarta Senin (14/11)
Oleh karena itu, lanjutnya saat ini yang mendesak dilakukan adalah segera menentukan rumusan dialog yang disepakati oleh kedua belah pihak. Selain itu, yang perlu dibicarakan dalam dialog itu, juga pelu dirumuskan dalam rumusan dialog itu.
“Diskusi skrg menentukan format dialog perlu dirumuskan. Persoalan apa yang mau didialogkan, itu akan jelas ketika dialog itu dimulai. Yang perlu dicarikan solusi, dengan membawa maslah-masalah Papua, bisa saja masalah mencari solusi itu beda,” tambahnya.
Forum Akademisi, lanjutnya merasa terpanggil oleh tanggung jawab moral akademisi untuk mencari mekanisme resolusi konflik dari persepektif perdamaian. Karena, menutnya konflik berkepanjangan sangat berpotensi mengundang intervensi kemanusiaan internasional.
“Akibatnya konflik Papua akan bereskalasi menjadi konflik yang berpotensi melibatkan kekutan asing,” tambahnya.(mad/jto)
http://suarakawan.com/2011/11/15/selesaikan-masalah-papua-akademisi-desak-pemerintah-lakukan-dialog/
Diskusi Publik
Kenaikan Harga BBM vs. Belanja Senjata Rp. 150 Triliun (Menyoal Transparansi dan Alokasi Belanja Senjata TNI)
Rabu, 28 Maret 2012, Pukul. 14.30 s/d Selesai Tempat:
Kantor HRWG (Human Right Working Group)
Alamat: Jln. Rp Soeroso 41, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat (Depan Restauran Roro Jonggrang)
Pembicara:
- TB. Hasanuddin (Wakil Ketua Komisi I DPR RI)
- Danang Widoyoko (Koordinator ICW)




