10 Juli 2011 | 14:41 wib
Jakarta, CyberNews. Koordinator Koalisi Advokasi RUU Intelijen Negara, yang juga Koordinator
Kontras, Hariz Azhar mengajak publik berhati-hati dengan langkah pemerintah dan DPR, yang
ingin mengembalikan kekuasaan luar biasa lembaga Intelijen. Diduga ada upaya pengkloningan
dan penyelundupan ke RUU lain, karena saat ini RUU Intelijen sudah banyak dikritisi.
"Hati-hati dengan pengkloningan pasal-pasal RUU Intelijen yang dikritisi saat ini, karena kami
dari koalisi melihat ada penyelundupan ke RUU Kamnas," kata Haris.
Haris menambahkan, bahwa pemeriksaan intensif dalam RUU Intelijen ternyata menjadikan
seorang tersangka diperiksa tanpa diketahui keluarga apalagi pengacara, hal ini sangat bertentangan
dengan KUHAP.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Program Imparsial Al Araf mengatakan, koalisi akan
mengajukan komunike bersama kepada pemerintah dan DPR, agar menunda pengesahan RUU
Intelijen serta merombak total RUU Keamanan Nasional.
( Hartono Harimurti / CN31 / JBSM )
Member Login
Noticeboard
Diskusi Publik
Kenaikan Harga BBM vs. Belanja Senjata Rp. 150 Triliun (Menyoal Transparansi dan Alokasi Belanja Senjata TNI)
Rabu, 28 Maret 2012, Pukul. 14.30 s/d Selesai Tempat:
Kantor HRWG (Human Right Working Group)
Alamat: Jln. Rp Soeroso 41, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat (Depan Restauran Roro Jonggrang)
Pembicara:
- TB. Hasanuddin (Wakil Ketua Komisi I DPR RI)
- Danang Widoyoko (Koordinator ICW)




