Kedubes Inggris Dukung Hukuman Mati Dihapus
Metrotvnews.com, Jakarta: Kedutaan Besar Inggris bersama Imparsial mendukung penghapusan hukuman mati di Indonesia. "Inggris mempunyai prinsip untuk menentang hukuman mati dalam situasi apapun. Kami bersama mitra Uni Eropa mengajak semua negara untuk menghapus hukuman mati bagi semua bentuk kejahatan," kata Wakil Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Rebecca Razavi dalam acara Peringatan Hari Anti-Hukuman Mati Sedunia di Jakarta, Senin (10/10).
Menurut Rebecca, hukuman mati harus kembali ditinjau oleh penetap keputusan karena dapat melanggar Hak Asasi Manusia (HAM). "Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa hukuman mati memiliki efek jera dan segala kesalahan hukum yang berakhir pada hukuman mati tidak bisa diperbaiki atau dikembalikan," ujar Rebecca.
Wakil Dubes mengatakan saat ini lebih dari dua per tiga negara-negara di dunia telah menghentikan penggunaan hukuman mati baik dalam hukum maupun praktiknya. Ia menjelaskan hukuman mati seharusnya bisa dikenakan kepada kejahatan yang sangat serius yang menyebabkan kematian dan tidak pada kejahatan yang tidak mengandung kekerasan.
Sementara itu anggota Komisi I DPR Lili Wahid mendukung hukuman mati bagi para pejabat yang terkait kasus korupsi uang negara. "Saya yakin kalau para koruptor masih takut mati. Jadi saya dukung hukuman mati bagi koruptor untuk mencegah tindakannya mengambil uang rakyat," kata Lili pada acara yang sama.
Menurut Lili, hukuman mati bagi pelaku korupsi harus diberi pengecualian jika nanti hukuman mati ditetapkan untuk dihilangkan. "Para koruptor sensitivitasnya sudah tidak ada dan tidak memiliki rasa malu ataupun merasa mengambil hak orang lain. Untuk itulah hukuman mati diberlakukan agar dapat memberikan efek jera dan mengantisipasi masyarakat lain berkorupsi," ujar Lili.
Mantan ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Hasyim Muzadi juga masih setuju hukuman mati diberlakukan. Ia mengatakan hukuman mati dapat mencegah masyarakat melakukan pembunuhan. "Hukuman mati adalah untuk menjaga kehidupan. Dengan adanya hukuman mati orang akan berpikir seribu kali untuk membunuh," kata Hasyim melalui pesan singkat.
Hasyim menjelaskan tidak perlu antihukuman mati karena keluarga korban dapat meringankannya dengan memberi maaf dan perlu ada pendekatan.(Ant/BEY)
http://www.metrotvnews.com/read/news/2011/10/10/67683/Kedubes-Inggris-Dukung-Hukuman-Mati-Dihapus
Diskusi Publik
Kenaikan Harga BBM vs. Belanja Senjata Rp. 150 Triliun (Menyoal Transparansi dan Alokasi Belanja Senjata TNI)
Rabu, 28 Maret 2012, Pukul. 14.30 s/d Selesai Tempat:
Kantor HRWG (Human Right Working Group)
Alamat: Jln. Rp Soeroso 41, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat (Depan Restauran Roro Jonggrang)
Pembicara:
- TB. Hasanuddin (Wakil Ketua Komisi I DPR RI)
- Danang Widoyoko (Koordinator ICW)




