Polisi Pukuli Demonstran Antipolitisi Busuk
15 January 2004
Palangkaraya: Sedikitnya tiga aktivis mahasisiwa dipukuli anggota Kepolisian Resort Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Kamis (15/1). Insiden ini setelah terjadi bentrok karena polisi ingin membubarkan demonstran dari gerakan Antipolitisi Busuk karena dianggap tidak memiliki izin. Selain tiga orang mahasisiwa dipukuli, lima orang mahasiswa lainnya digaruk polisi untuk dimintai keterangan.
Unjuk rasa rencananya akan dimulai dari Areal parkir TMP Sanaman Lampang sekitar pukul 08.00 WIB. Karena itulah, sejak pagi para pengunjuk rasa dari HMI Palangkaraya, Forum Hijau, Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Palangkaraya, Walhi Kalteng telah berkumpul sejak pagi.
Setelah orasi di TMP mereka akan melanjutkan jalan kaki ke Bundaran Besar Palangkaraya yang berjarak sekitar 3,5 km. Namun sejak pagi itu pula polisi sudah melakukan penjagaan ketat disekitar lokasi TMP. Tak lama kemudian datang utusan dari kepolisian yang mengatakan kegiatan ini harus dibubarkan karena tidak ada memiliki izin dari kepolisian. "Atas perintah Kapolres kegiatan ini harus dihentikan karena belum mempunyai izin," kata polisi itu.
Pernyataan polisi itu dibantah oleh mahasiswa yang mengatakan bahwa mereka sudah melayangkan surat
pemberitahuan kepada kepolisian bahwa mereka akan melakukan unjuk rasa. "Kami sudah memberitahu kepada
polisi tiga hari lalu (Senin,12/1) dan diterima Briptu R. Sipayung. Tapi kenapa sekarang harus ada izin lagi kami tak mengerti itu ijin apa," ujar seorang pengunjuk rasa.
Namun karena polisi tetap bersikeras. Akhirnya massa mengalihkan kegiatannya dengan akan melakukan ziarah ke TMP. Tapi hal ini juga ditentang polisi dengan membuat barikade puluhan polisi yang bersenjatakan pentungan rotan di depan pintu masuk utama kuburan.
Akhirnya polisi meminta massa bubar. Massa pun bubar sambil menggerutu dan berteriak-teriak. Teriakan ini ada yang bernada ejekan dan terdengar polisi. Setelah itu, beberapa polisi mengejar massa dan menangkap beberapa dari mereka, serta memukulinya. Sebagian mahasisiwa kocar kacir, ada yang dikejar polisi sampai dekat pagar keluar. Mahasisiwa yang tertangkap diberi bogem mentah dan tendangan.
Ada tiga orang pedemo yang dipukuli polisi. Masing-masing Abdul Kadir dari HMI, Dimas dan Udin dari
Mapala Unpar. Selain itu ada lima orang yang ditangkap dan dibawa ke kantor polisi. Hingga kini kelimanya masih ditahan di Polresta Palangkaraya untuk dimintai keterangan.
Last Updated (Thursday, 11 March 2010 23:21)
Seminar Nasional
dalam rangka
"Memperingati Hari HAM
dan Mengenang (alm) Munir 8 Desember 1965 - 7 September 2004”
“Hentikan Kekerasan di Papua menuju Dialog Jakarta-Papua”
9 Desember 2011
Auditorium FISIP Universitas Parahyangan Bandung
Diselenggarakan oleh :
FISIP Universitas Parahyangan, Imparsial dan Forum Akademisi untuk Papua Damai
Jadwal acara dan Pembicara :
Disk




