- Angga Haksoro / 14 November 2011 - 17:45 WIB
VHRmedia, Jakarta – Intensitas konflik di Papua Papua diperkirakan terus naik. Dialog pemerintah pusat di Jakarta dengan pihak-pihak di Papua menjadi kebutuhan mendesak.
Menurut Forum Akademisi untuk Papua Damai, indikasi intensitas konflik akan meningkat antara lain munculnya gerakan sipil bersenjata diikuti tuntutan referendum. Selain itu muncul aktor gerakan dari generasi ketiga konflik di Papua.
“Secara teoritis, konflik di Papua telah memasuki tahapan konflik yang sangat serius,” kata Ketua Forum Akademisi untuk Papua Damai, Dr Otto Syamsuddin Ishak, dalam siaran pers, Senin (14/11).
Untuk menghentikan konflik berkepanjangan, sebagai langkah awal kedua pihak didesak merumuskan dan menyepakati mekanisme dialog. Kemudian meminta para pihak menyusun pra kondisi dan menjadwalkan dialog yang akan dilangsungkan. (E1)
Foto: Kerusuhan pemilukada di Ilaga (VHRmedia/Agung)
http://www.vhrmedia.com/2010/detail.php?.e=4909
Diskusi Publik
Kenaikan Harga BBM vs. Belanja Senjata Rp. 150 Triliun (Menyoal Transparansi dan Alokasi Belanja Senjata TNI)
Rabu, 28 Maret 2012, Pukul. 14.30 s/d Selesai Tempat:
Kantor HRWG (Human Right Working Group)
Alamat: Jln. Rp Soeroso 41, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat (Depan Restauran Roro Jonggrang)
Pembicara:
- TB. Hasanuddin (Wakil Ketua Komisi I DPR RI)
- Danang Widoyoko (Koordinator ICW)




