Imparsial adalah sebuah LSM yang bergerak di bidang mengawasi dan menyelidiki pelanggaran Hak Asasi Manusia di Indonesia. Lembaga ini berbadan hukum Perkumpulan dengan akte pendirian nomor 10/ 25 Juni 2002 oleh notaris Rina Diani Moliza, SH.
Imparsial adalah sebuah LSM yang bergerak di bidang mengawasi dan menyelidiki pelanggaran Hak Asasi Manusia di Indonesia. Lembaga ini berbadan hukum Perkumpulan dengan akte pendirian nomor 10/ 25 Juni 2002 oleh notaris Rina Diani Moliza, SH.

Didirikan oleh 18 orang pekerja hak-hak asasi manusia Indonesia, Todung Mulya Lubis, Karlina Leksono, M. Billah, Wardah Hafidz, Hendardi, Nursyahbani Katjasungkana, Ade Rostina Sitompul, Robertus Robet, Binny Buchory, Kamala Chandrakirana, HS Dillon, Munir, Rachland Nashidik, Rusdi Marpaung, Otto Syamsuddin Ishak, Nezar Patria, Amiruddin, dan Poengky Indarti.
Arti Nama
Nama Imparsial diambil dari kata impartial : pandangan yang memuliakan kesetaraan hak setiap individu - dalam keberagaman latarnya - terhadap keadilan, dengan perhatian khusus terhadap mereka yang kurang beruntung (the less fortunate).
Imparsial menterjemahkan Impartiality sebagai mandat untuk membela setiap korban pelanggaran hak-hak asasi manusia tanpa membedakan asal-usul sosialnya, jenis kelamin, etnisitas atau ras, maupun keyakinan politik dan agamanya.
Last Updated (Tuesday, 11 October 2011 15:07)
SBY Paling Banyak Eksekusi Mati
07 January 2010 JAKARTA - Sebanyak 16 terpidana mati telah dieksekusi sepanjang pemerintahan... Read morePresiden Resmikan Pencanangan Sekolah Intelijen
10 July 2003 Batam, Kompas - Presiden Megawati Soekarnoputri meresmikan pencanangan peletakan batu... Read moreIndonesia Tolak Soal Timika dan Timtim Sebagai Syarat Normalisasi Kerja Sama Militer
23 November 2004 JAKARTA - Indonesia menolak penanganan masalah pelanggaran hak asasi manusia (HAM)... Read moreKoalisi Antipolitikus ”Busuk” Ajang Konsolidasi Demokrasi atau Gerakan Setengah Hati
26 January 2004 Kampanye untuk tidak memilih para politikus bermasalah dalam Pemilu Legislatif... Read moreKetua Komnas HAM Mendukung
21 January 2004 KETUA Komnas HAM Abdul Hakim Garuda Nusantara mendukung upaya untuk mengungkap jati... Read moreAntipolitisi Busuk, Apakah Gerakan Permanen ?
15 January 2004 Oleh Suryadi RadjabGERAKAN Nasional untuk "tidak pilih politisi busuk" memetik... Read morePolisi Pukuli Demonstran Antipolitisi Busuk
15 January 2004 Palangkaraya: Sedikitnya tiga aktivis mahasisiwa dipukuli anggota Kepolisian Resort... Read moreForum Lintas Agama Minta Eksekusi 3 Terpidana Mati Kasus Poso Ditunda
15 December 2005 PALU--MIOL: Forum Lintas Agama Sulawesi Tengah (Sulteng) meminta eksekusi terhadap... Read moreRI Tunggu Bantuan Teknis Jepang Amankan Selat Malaka
15 December 2005 Indonesia masih menunggu bentuk bantuan teknis yang akan ditawarkan Jepang guna... Read morePutusan Hukuman Mati WNI di Mesir Ditinjau Kembali
15 December 2005 Pengadilan banding Mesir memutuskan untuk meninjau kembali berkas-berkas kasus... Read moreAnak Pasangan Lesbian Dilarang Masuk Sekolah Katolik
KatolikKamis, 11 Maret 2010 | 13:53 WIB DENVER, KOMPAS.com — Gereja Katolik di Denver, Colorado,... Read more- 09.11.2011 - 09.11.2011 | 13.00 Seminar Nasional
- 28.03.2012 - 28.03.2012 | 14.00 Diskusi Publik
Diskusi Publik
Kenaikan Harga BBM vs. Belanja Senjata Rp. 150 Triliun (Menyoal Transparansi dan Alokasi Belanja Senjata TNI)
Rabu, 28 Maret 2012, Pukul. 14.30 s/d Selesai Tempat:
Kantor HRWG (Human Right Working Group)
Alamat: Jln. Rp Soeroso 41, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat (Depan Restauran Roro Jonggrang)
Pembicara:
- TB. Hasanuddin (Wakil Ketua Komisi I DPR RI)
- Danang Widoyoko (Koordinator ICW)
| Visitors: | 799850 |
| Hits: | 310441 |
| Member: | 0 |
| Guest: | 2 |









