Istilah HRD digunakan terutama setelah adanya Deklarasi HRD pada tahun 1998. Sebelumnya lebih banyak digunakan istilah-istilah seperti “aktivis HAM” (activist), “pekerja HAM” (worker), atau pemantau HAM” (monitoring).
Peran HRD semakin lama semakin penting dalam upaya perlindungan dan pemajuan HAM bersamaan dengan semakin luasnya cakupan HAM serta semakin bervariasinya bentuk-bentuk pelanggaran HAM, baik oleh aktor negara maupun non-negara. Resolusi Komisi HAM PBB Nomor 64 Tahun 2001 menekankan pentingnya peran individu, organisasi non-pemerintah dan kelompok-kelompok lain dalam melindungi dan memajukan HAM. HRD merupakan komponen penting dari masyarakat sipil dan gerakan HAM.
HRD berada di garis depan perjuangan penghormatan HAM di mana terjadi pelanggaran HAM. Mereka menyuarakan aspirasi publik, khususnya korban pelanggaran HAM sehingga disebut sebagai “the voice of the voiceless”. HRD adalah instrumen penting dalam mempertahankan hak-hak korban dan masyarakat luas. HRD tidak hanya mengkritisi otoritas yang melanggar hak-hak individu, tetapi juga melakukan upaya memajukan HAM, demokrasi, dan “the rule of law” melalui publikasi instrumen HAM dan advokasi kebijakan terhadap otoritas negara maupun lembaga-lembaga regional dan internasional.
Terkait dengan kewajiban negara melindungi dan memajukan HAM, HRD adalah bagian dari masyarakat yang mendorong negara untuk memenuhi kewajiban internasionalnya menghormati dan menjamin penghormatan HAM. HRD adalah bagian penting dari sistem HAM global. Selain itu, danya Deklarasi HRD menunjukkan pengakuan bahwa aktivitas HRD adalah instrumen perlindungan yang penting terhadap pejabat-pejabat yang menyalahgunakan kekuasaan, terhadap pemerintahan yang
menyembunyikan pelanggaran HAM, terhadap pemerintahan yang tidak menghargai prinsip “the rule of law”, dan terhadap pemerintahan yang gagal melindungi individu dari pelanggaran HAM oleh aktor non-negara.
Laporan Sekretaris Jenderal PBB pada Majelis Umum menyatakan bahwa HRD adalah aktor penting dalam berbagai upaya untuk melaksanakan kerangka kerja HAM secara internasional. Aktivitas HRD sangat esensial bagi pencapaian semua tujuan PBB dan negara-negara anggotanya dalam bentuk menciptakan demokrasi yang kokoh dan berkelanjutan, menciptakan perdamaian dan keamanan sebagai kondisi yang dibutuhkan untuk pembangunan. Tanpa adanya peran HRD segala upaya yang dilakukan oleh negara tidak akan berjalan efektif.
SBY Paling Banyak Eksekusi Mati
07 January 2010 JAKARTA - Sebanyak 16 terpidana mati telah dieksekusi sepanjang pemerintahan... Read morePresiden Resmikan Pencanangan Sekolah Intelijen
10 July 2003 Batam, Kompas - Presiden Megawati Soekarnoputri meresmikan pencanangan peletakan batu... Read moreIndonesia Tolak Soal Timika dan Timtim Sebagai Syarat Normalisasi Kerja Sama Militer
23 November 2004 JAKARTA - Indonesia menolak penanganan masalah pelanggaran hak asasi manusia (HAM)... Read moreKoalisi Antipolitikus ”Busuk” Ajang Konsolidasi Demokrasi atau Gerakan Setengah Hati
26 January 2004 Kampanye untuk tidak memilih para politikus bermasalah dalam Pemilu Legislatif... Read moreKetua Komnas HAM Mendukung
21 January 2004 KETUA Komnas HAM Abdul Hakim Garuda Nusantara mendukung upaya untuk mengungkap jati... Read moreAntipolitisi Busuk, Apakah Gerakan Permanen ?
15 January 2004 Oleh Suryadi RadjabGERAKAN Nasional untuk "tidak pilih politisi busuk" memetik... Read morePolisi Pukuli Demonstran Antipolitisi Busuk
15 January 2004 Palangkaraya: Sedikitnya tiga aktivis mahasisiwa dipukuli anggota Kepolisian Resort... Read moreForum Lintas Agama Minta Eksekusi 3 Terpidana Mati Kasus Poso Ditunda
15 December 2005 PALU--MIOL: Forum Lintas Agama Sulawesi Tengah (Sulteng) meminta eksekusi terhadap... Read moreRI Tunggu Bantuan Teknis Jepang Amankan Selat Malaka
15 December 2005 Indonesia masih menunggu bentuk bantuan teknis yang akan ditawarkan Jepang guna... Read morePutusan Hukuman Mati WNI di Mesir Ditinjau Kembali
15 December 2005 Pengadilan banding Mesir memutuskan untuk meninjau kembali berkas-berkas kasus... Read moreAnak Pasangan Lesbian Dilarang Masuk Sekolah Katolik
KatolikKamis, 11 Maret 2010 | 13:53 WIB DENVER, KOMPAS.com — Gereja Katolik di Denver, Colorado,... Read moreDiskusi Publik
Kenaikan Harga BBM vs. Belanja Senjata Rp. 150 Triliun (Menyoal Transparansi dan Alokasi Belanja Senjata TNI)
Rabu, 28 Maret 2012, Pukul. 14.30 s/d Selesai Tempat:
Kantor HRWG (Human Right Working Group)
Alamat: Jln. Rp Soeroso 41, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat (Depan Restauran Roro Jonggrang)
Pembicara:
- TB. Hasanuddin (Wakil Ketua Komisi I DPR RI)
- Danang Widoyoko (Koordinator ICW)



