Imparsial Indonesian Human Rights Monitor
Minggu, 10 Juli 2011 15:27 WIB
Laporan wartawan Tribunnews.com, Samuel Febriyanto
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebanyak 72 orang tokoh nasional, yang tergabung di dalam Komunike Bersama Tolak Rancangan Undang-undang (RUU) Intelijen, menyerukan kepada DPR untuk menunda pengesahaan RUU Intelijen. Hal itu mereka nyatakan dalam acara jumpa pers yang ...
Add new comment
|
Minggu, 12 Juni 2011 | 15:19 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta - Presiden dan Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) diminta mempertimbangkan rekam jejak para kandidat Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) di ranah penegakan hak asasi manusia (HAM). Direktur Eksekutif Imparsial, Poengky Indarti, mengatakan calon yang diajukan harus bebas dari kasus-ka ...
TEMPO Interaktif, Jakarta - Lembaga pemantau hak asasi manusia Imparsial meminta pemerintah menghapuskan hukuman mati di Indonesia. Hal ini perlu untuk mendukung upaya pemerintah meminta penangguhan eksekusi mati terhadap warganya yang bermasalah di luar negeri.“Kalau pemerintah meminta jangan hukuman mati, seharusnya pemerintah pun bisa menca ...
|










