14 July 2003
Batam, Kompas - Terpilihnya Pulau Batam sebagai tempat International School of Intelligence (ISI) karena letaknya yang strategis di antara negara-negara tetangga di Asean, seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina atau Vietnam. Selain faktor jarak yang berdekatan, Batam dipilih karena pertimbangan mahasiswa yang diutamakan dari Asean.
" Jumlahnya pada tahap awal 100 mahasiswa. Lulusan sekolah intelijen di Batam bergelar master, sedangkan di Institut Intelijen Negara (IIN) Sentul, Bogor, sarjana strata 1 (S1)," kata Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono di Batam, Rabu (9/7).
Mereka yang berhak menjadi mahasiswa adalah yang memenuhi persyaratan serta lulus seleksi mental dan ideologi, diutamakan orang dalam urusan kedinasan.
Kurikulum akan digodok oleh tim pakar dari Universitas Indonesia (UI) dan Institut Teknologi Bandung (ITB). "Kedua perguruan tinggi itulah yang akan merumuskan format ideal yang universal untuk sekolah intelijen," jelas Hendro.
Lebih lanjut dipaparkan, dalam pembangunan sekolah intelijen pihaknya dibantu oleh Otorita Batam (OB) yang menyediakan lahan seluas 15 hektar di kawasan Nongsa. Pemerintah Kota (Pemkot) Batam membantu pengeluaran izin mendirikan bangunan.
Ketua OB Ismeth Abdullah mengatakan, pihaknya hanya memfasilitasi penyediaan lahan bangunan. Adapun biaya pembangunan gedung sekolah intelijen berasal dari APBN. "Urusan pembangunan sepenuhnya ditangani BIN," ungkap Ismeth.
Rektor UI Usman Chatib Warsa mengatakan, program kajian intelijen sudah dibahas di UI dalam program kajian strategis ketahanan nasional. Melalui program baru, sekolah intelijen akan disesuaikan dengan standar internasional. "Model kurikulum mana yang paling sesuai untuk Indonesia akan dirumuskan. Yang jelas berbagai aliran pemikiran keintelijenan dunia diambil sebagai materi," katanya.
Pada tahap awal, program yang akan dikembangkan adalah kajian strategis ketahanan nasional baru diikuti kajian strategis ketahanan nasional se-Asean. Sebelum bangunan selesai, mahasiswa akan ditampung sementara di UI. Setelah selesai, mahasiswa dikembalikan ke sekolah intelijen di Batam dan Sentul. (SMN)
http://www2.kompas.com/kompas-cetak/0307/14/dikbud /428628.htm
Pemutakhiran Terakhir (Kamis, 11 Maret 2010 23:19)
Seminar Nasional
dalam rangka
"Memperingati Hari HAM
dan Mengenang (alm) Munir 8 Desember 1965 - 7 September 2004”
“Hentikan Kekerasan di Papua menuju Dialog Jakarta-Papua”
9 Desember 2011
Auditorium FISIP Universitas Parahyangan Bandung
Diselenggarakan oleh :
FISIP Universitas Parahyangan, Imparsial dan Forum Akademisi untuk Papua Damai
Jadwal acara dan Pembicara :
Disk
Siaran Pers
Kementerian Pertahanan Sebagai Penghambat Reformasi Peradilan MiliterSiaran Pers Imparsial No.003/siaran pers/imparsial/II/2010 Proses amandemen UU 31/1997 tentang peradilan militer kembali mengalami stagnasi.... Read moreRabu, 03 Pebruari 2010 00:00
" Menyikapi Kedatangan Presiden Barack Obama "Siaran Pers Imparsial No.005/Siaran Pers/IMP/III/2010 " Menyikapi Kedatangan Presiden Barack Obama " Kedatangan Presiden Amerika Seri... Read moreKamis, 11 Maret 2010 20:33
|




