Jenazah Ade Rostina disemayamkan di rumah duka Rumah Sakit St Carolus, Jakarta, Sabtu (9/7). Datang melayat antara lain Adnan Buyung Nasution; anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Eva Sundari; dan Todung Mulya Lubis. Pada pukul 13.00, jenazah Ade Rostina dibawa ke tempat pemakaman umum Pondok Kelapa untuk dimakamkan.
Menurut anak keempat dari Ade Rostina, Vicky Lennon, sekitar dua minggu lalu, Ade Rostina jatuh dari kamar mandi sehingga tulang panggulnya patah. Oleh karena itu, rencananya, Jumat lalu, Ade Rostina harus menjalani operasi tulang panggul.
Namun, pada Kamis, secara tiba-tiba, Ade Rostina mengalami pendarahan di otak karena tekanan darah tinggi. Akibatnya, Ade Rostina tidak sadarkan diri sampai meninggal dunia pada Jumat malam.
Eva Sundari mengatakan, pengaruh Ade Rostina dalam gerakan prodemokrasi sangat besar. Ade Rostina memiliki kekuatan luar biasa untuk memperjuangkan hak asasi manusia.
Adnan Buyung menilai, seluruh hidup Ade Rostina diberikan untuk mengangkat harkat dan martabat kemanusiaan tanpa pandang bulu. Ia mencontohkan, Ade Rostina gencar memperjuangkan nasib para tahanan politik (tapol). ”Sampai-sampai, ia dituduh macam-macam, seperti protapol,” tuturnya.
”Akhir-akhir ini, dia bergabung dalam aliansi kebebasan beragama dan berkeyakinan yang ingin memperjuangkan pluralisme,” katanya.
Yap Thien Hien Award
Ade Rostina Sitompul lahir pada 12 Desember 1938 di Cibadak, Parungkuda, Sukabumi. Pada tahun 1980, Ade Rostina aktif dan terlibat dalam pendirian kelompok kerja untuk tahanan politik yang dibebaskan secara massal dari Pulau Buru. Dengan sepak terjang dalam penegakan hak asasi manusia dan kemanusiaan, Ade Rostina mendapat penghargaan Yap Thiam Hien Award pada tahun 1995.
Ade Rostina bersama almarhum Asmara Nababan, mantan anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, dan sejumlah tokoh hak asasi manusia juga membentuk komite bersama untuk Timor Timur. Pembentukan komite ini untuk merespons situasi darurat akibat peristiwa Santa Cruz, 12 November 1991. (FER)
http://cetak.kompas.com/read/2011/07/11/03262178/rostina.pejuang.kemanusiaan.telah.tiada
Diskusi Publik
Kenaikan Harga BBM vs. Belanja Senjata Rp. 150 Triliun (Menyoal Transparansi dan Alokasi Belanja Senjata TNI)
Rabu, 28 Maret 2012, Pukul. 14.30 s/d Selesai Tempat:
Kantor HRWG (Human Right Working Group)
Alamat: Jln. Rp Soeroso 41, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat (Depan Restauran Roro Jonggrang)
Pembicara:
- TB. Hasanuddin (Wakil Ketua Komisi I DPR RI)
- Danang Widoyoko (Koordinator ICW)




