Jakarta - Terbunuhnya pentolan Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kelly Kwalik disesalkan sejumlah pihak. Mata rantai untuk mengungkap aksi kekerasan di area PT Freeport, kini terputus.
"Penembakan ini dilakukan untuk memutus mata rantai. Kalau ingin minta kejelasan, harusnya ditangkap saja dan bukan dibunuh," ujar perwakilan Asosiasi Mahasiwa Pegunungan Tengah Indonesia (AMPTI) Harkus Muluk.
Hal ini disampaikannya pada keterangan pers Jaringan Pembela HAM Peduli Papua di Kantor Imparsial, Jl Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, (22/12/2009). Menurut Harkus, penembakan Kelly adalah tindakan yang tidak berprikemanusiaan oleh aparat.
"Setelah Kelly meninggal, kepada siapa akan dilakukan investigasi mencari jalan terang? Ini memutus mata rantai," tambahnya.
Harkus berpendapat, Freeport sangat arogan dan beroperasi layaknya sebuah negara di dalam NKRI. Hanya karyawan, aparat dan orang yang memiliki hak khusus yang boleh masuk ke sana. Danau di sekitar Freeport tercemar limbah dan terpaksa di minum masyarakat.
"Meski menghasilkan emas yang banyak, masyarakat di sekitar daerah itu tidak pernah sejahtera," jelasnya.
(fiq/fay)
http://www.detiknews.com/read/2009/12/22/144311/1264421/10/tewasnya-kelly-memutus-mata-rantai-investigasi
Seminar Nasional
dalam rangka
"Memperingati Hari HAM
dan Mengenang (alm) Munir 8 Desember 1965 - 7 September 2004”
“Hentikan Kekerasan di Papua menuju Dialog Jakarta-Papua”
9 Desember 2011
Auditorium FISIP Universitas Parahyangan Bandung
Diselenggarakan oleh :
FISIP Universitas Parahyangan, Imparsial dan Forum Akademisi untuk Papua Damai
Jadwal acara dan Pembicara :
Disk
Siaran Pers
Kementerian Pertahanan Sebagai Penghambat Reformasi Peradilan MiliterSiaran Pers Imparsial No.003/siaran pers/imparsial/II/2010 Proses amandemen UU 31/1997 tentang peradilan militer kembali mengalami stagnasi.... Read moreRabu, 03 Pebruari 2010 00:00
" Menyikapi Kedatangan Presiden Barack Obama "Siaran Pers Imparsial No.005/Siaran Pers/IMP/III/2010 " Menyikapi Kedatangan Presiden Barack Obama " Kedatangan Presiden Amerika Seri... Read moreKamis, 11 Maret 2010 20:33
|




