JAKARTA, KOMPAS.com- Pemerintah bisa menjadi akselerator tercepat terjadinya konflik, perpecahan, dan kekerasan melalui pernyataan para pejabatnya. Padahal, pemerintah mestinya pemerintah "Yang paling cepat mengakselerasi konflik adalah aparat pemerintahan. Statement dari otoritas menjadi akselerator konflik," kata Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Nurcholis Hidayat dalam diskusi "Ngabuburit untuk Perdamaian: Menyikapi Berbagai Konflik dan Kekerasan di Indonesia", Selasa (31/8/2010) di Kantor Imparsial, Jakarta.
Diungkapkannya, pernyataan Menteri Agama Suryadharma Ali yang menyatakan pembubaran Ahmadiyah adalah ancaman bagi kehidupan berbangsa dan bernegara, menjadi akselerator konflik dan memperkeruh kondisi perpecahan di Indonesia.
"Kedudukan Menteri Agama harusnya menaungi semua agama. Kalau dia ngomong tanpa ada koordinasi dengan menteri-menteri lainnya, maka Presiden SBY harus memberikan peringatan tegas kepada Menteri Agama," tuturnya.
Rm. Andang L. Binawan menambahkan, hak berkumpul dan hak memilih keyakinan harus dibedakan. Ia menyatakan, pernyataan Menteri Agama hanya sedikit lebih ringan dibandingkan pernyataan bahwa Ahmadiyah adalah ajaran yang salah.
Mengenai pembubaran Ahmadiyah, Romo Andang menyatakan harus dilihat dari dampak sosialnya. "Apabila masyarakat setempat merasa tidak apa-apa dengan adanya Ahmadiyah, mengapa harus dibubarkan?" katanya.
Dipaparkan juga oleh Junaidi, Peneliti Imparsial, usulan mengenai pembubaran ormas patut diapresiasi, namun harus dikaji lebih dalam lagi mengenai pembubaran tersebut. "Kita ini negara demokrasi. Usulan mengenai pembubaran ormas memang patut diapresiasi, tapi harus dikaji dan dilihat lebih dalam lagi," tegasnya.
Penulis: Engge | Editor: Marcus Suprihadi
Selasa, 31 Agustus 2010 | 20:24 WIB
http://nasional.kompas.com/read/2010/08/31/20243886/Presiden.Harus.Tegas.kepada.Menag
Member Login
Noticeboard
Seminar Nasional
dalam rangka
"Memperingati Hari HAM
dan Mengenang (alm) Munir 8 Desember 1965 - 7 September 2004”
“Hentikan Kekerasan di Papua menuju Dialog Jakarta-Papua”
9 Desember 2011
Auditorium FISIP Universitas Parahyangan Bandung
Diselenggarakan oleh :
FISIP Universitas Parahyangan, Imparsial dan Forum Akademisi untuk Papua Damai
Jadwal acara dan Pembicara :
Disk
Siaran Pers
Kementerian Pertahanan Sebagai Penghambat Reformasi Peradilan MiliterSiaran Pers Imparsial No.003/siaran pers/imparsial/II/2010 Proses amandemen UU 31/1997 tentang peradilan militer kembali mengalami stagnasi.... Read moreRabu, 03 Pebruari 2010 00:00
" Menyikapi Kedatangan Presiden Barack Obama "Siaran Pers Imparsial No.005/Siaran Pers/IMP/III/2010 " Menyikapi Kedatangan Presiden Barack Obama " Kedatangan Presiden Amerika Seri... Read moreKamis, 11 Maret 2010 20:33
|




