Yudi Rahmat
Jakarta - Direktur Program Imparsial Al Araf mengatakan reformasi yang dilakukan Polri dinilai tidak cukup untuk memadai di dalam penciptakan polisi yang profesional.
"Sudah lakukan capaian-capaian positif dalam kontek reformasi, ada pemisahan TNI dan Polri dan ada upaya berapa perubahan aspek seperti signifikan soal HAM namun demikian hal itu tidak cukup untuk memadai di dalam menciptakan Polisi yang profesional," katanya, kepada wartawan di Jakarta, Jumat (18/7).
Menurutnya, pergantian Kapolri yang diinginkan adalah dapat mendorong roda proses reformasi yang dinilai jauh dari harapan. Oleh karenanya, kata dia, posisi Kapolri sangat strategis di dalam mendukung agenda-agenda reformasi polisi yang masih banyak penyimpang-penyimpangan prilaku terkait kerjanya
Lebih lanjut, Al Araf mengatakan saat ini Polisi sedang dalam situasi paradok, yakni di satu sisi ada langkah-langkah yang cukup baik dilakukan kepolisian mulai beberapa agenda reformasi, perubahan test untuk perempuan dan anak. "Tapi dalam penindakan teroris masih menimbulkan pelanggaran HAM. Karena mayoritas ditembak mati," papar dia
?www.primaironline.com
Member Login
Noticeboard
Seminar Nasional
dalam rangka
"Memperingati Hari HAM
dan Mengenang (alm) Munir 8 Desember 1965 - 7 September 2004”
“Hentikan Kekerasan di Papua menuju Dialog Jakarta-Papua”
9 Desember 2011
Auditorium FISIP Universitas Parahyangan Bandung
Diselenggarakan oleh :
FISIP Universitas Parahyangan, Imparsial dan Forum Akademisi untuk Papua Damai
Jadwal acara dan Pembicara :
Disk
Siaran Pers
Kementerian Pertahanan Sebagai Penghambat Reformasi Peradilan MiliterSiaran Pers Imparsial No.003/siaran pers/imparsial/II/2010 Proses amandemen UU 31/1997 tentang peradilan militer kembali mengalami stagnasi.... Read moreRabu, 03 Pebruari 2010 00:00
" Menyikapi Kedatangan Presiden Barack Obama "Siaran Pers Imparsial No.005/Siaran Pers/IMP/III/2010 " Menyikapi Kedatangan Presiden Barack Obama " Kedatangan Presiden Amerika Seri... Read moreKamis, 11 Maret 2010 20:33
|




