
Jakarta - Setelah pensiun sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Adnan Buyung Nasution akhirnya kembali menjadi advokat. Buyung yang vakum selama 3 tahun sebagai advokat ini, bangga bisa kembali pada profesi yang telah digelutinya selama 50 tahun ini.
"Saya bangga bisa comeback ke profesi ini," ujar Adnan Buyung saat memberikan sambutan di hadapan rekan kerja dan stafnya di Kantor Adnan Buyung Law Firm di Menara Global, Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jumat (12/3/2010).
Buyung menjelaskan, law firm miliknya telah berdiri sejak tahun 1969, jadi sudah 40 tahun. Kemudian, lanjutnya, selama 10 tahun sebelumnya dirinya bertugas di Kejaksaan.
"Jadi sudah 50 tahun totalnya menjadi advokat," tuturnya.
Sebelumnya ia terpaksa absen karena panggilan rakyat. Pada tahun 2007, Buyung dilantik sebagai anggota Wantimpres dan sesuai dengan undang-undang, dia tidak bisa menjalankan profesinya sebagai advokat.
"Sekarang saya bebas berprofesi hukum. Saya bisa berikan ilmu saya kepada masyarakat seluruhnya," terangnya.
Dengan kembalinya dia sebagai advokat, Buyung berharap agar masyarakat bisa memberikan kepercayaan pada dirinya. Dia pun berjanji akan memberikan yang terbaik bagi masyarakat.
"Saya akan beri service terbaik. Walaupun saya sudah 75 tahun, tapi pengabdian saya tetap pada profesi saya sebagai advokat", tandasnya disambut oleh tepuk tangan para tamu.
Dalam acara perayaan menyambut kembalinya Adnan Buyung sebagai avdokat ini, hadir pula tokoh-tokoh serta advokat ternama lainnya, antara lain Poppy Dharsono, Peter F Gontha, dan M Assegaf.
(nvc/mad)
Seminar Nasional
dalam rangka
"Memperingati Hari HAM
dan Mengenang (alm) Munir 8 Desember 1965 - 7 September 2004”
“Hentikan Kekerasan di Papua menuju Dialog Jakarta-Papua”
9 Desember 2011
Auditorium FISIP Universitas Parahyangan Bandung
Diselenggarakan oleh :
FISIP Universitas Parahyangan, Imparsial dan Forum Akademisi untuk Papua Damai
Jadwal acara dan Pembicara :
Disk
Siaran Pers
Kementerian Pertahanan Sebagai Penghambat Reformasi Peradilan MiliterSiaran Pers Imparsial No.003/siaran pers/imparsial/II/2010 Proses amandemen UU 31/1997 tentang peradilan militer kembali mengalami stagnasi.... Read moreRabu, 03 Pebruari 2010 00:00
" Menyikapi Kedatangan Presiden Barack Obama "Siaran Pers Imparsial No.005/Siaran Pers/IMP/III/2010 " Menyikapi Kedatangan Presiden Barack Obama " Kedatangan Presiden Amerika Seri... Read moreKamis, 11 Maret 2010 20:33
|




