
Singapura - Alan Shadrake (75) sempat ditahan oleh kepolisian Singapura karena menulis tentang hukuman mati di Singapura. Kini, penulis asal Inggris tersebut sudah dibebaskan dengan uang jaminan.
Dilansir news.asiaone.com, Rabu (21/7/2010), pembebasan itu dilakukan pada hari Selasa (20/7) sekitar pukul 12.35 waktu setempat. Penulis buku berjudul Once A Jolly Hangman: Singapore Justice In The Dock, itu ditahan sejak hari Minggu (18/7).
Meski sudah dibebaskan, Shadrake tetap harus membantu proses penyelidikan yang dilakukan kepolisian. Dia juga tidak bisa meninggalkan Singapura tanpa seizin polisi.
"Siapa pun, baik itu warga Singapura atau bukan, kalau dia melanggar aturan, akan tetap dihukum. Tidak ada pengecualian bagi Shadrake," jelas juru bicara Kementerian Dalam Negeri Singapura.
Shadrake ditangkap karena membahas penggunaan hukuman mati di Singapura dalam bukunya. Dia dikenai pasal pencemaran nama baik dan bisa dijatuhi hukuman penjara dua tahun. Dalam buku itu Shadrake menuding standar ganda yang dilakukan pemerintah Singapura dalam menjalankan hukuman gantung.
Namun pemerintah mengatakan buku -- yang juga berisi wawancara dengan petugas hukuman gantung-- itu tidak dilarang.
Shadrake, yang tinggal di Inggris dan Malaysia, adalah wartawan investigasi yang telah menulis untuk sejumlah surat kabar internasional. Buku pertama dalam karirnya selama 50 tahun adalah The Yellow Pimpernels, yang merinci cerita orang-orang yang melarikan diri menyeberangi Tembok Berlin.
Sedang buku terbarunya 'Once a Joly Hangman, Singapore Justice in the Dock' antara lain berisi wawancara dengan Darshan Singh, mantan kepala bagian eksekusi di penjara Changi Singapura yang sekarang sudah pensiun.
Kamis, 22/07/2010 13:12 WIB
Rachmadin Ismail - detikNews
(mad/nrl)
Pemutakhiran Terakhir (Selasa, 03 Agustus 2010 11:32)
Seminar Nasional
dalam rangka
"Memperingati Hari HAM
dan Mengenang (alm) Munir 8 Desember 1965 - 7 September 2004”
“Hentikan Kekerasan di Papua menuju Dialog Jakarta-Papua”
9 Desember 2011
Auditorium FISIP Universitas Parahyangan Bandung
Diselenggarakan oleh :
FISIP Universitas Parahyangan, Imparsial dan Forum Akademisi untuk Papua Damai
Jadwal acara dan Pembicara :
Disk
Siaran Pers
Kementerian Pertahanan Sebagai Penghambat Reformasi Peradilan MiliterSiaran Pers Imparsial No.003/siaran pers/imparsial/II/2010 Proses amandemen UU 31/1997 tentang peradilan militer kembali mengalami stagnasi.... Read moreRabu, 03 Pebruari 2010 00:00
" Menyikapi Kedatangan Presiden Barack Obama "Siaran Pers Imparsial No.005/Siaran Pers/IMP/III/2010 " Menyikapi Kedatangan Presiden Barack Obama " Kedatangan Presiden Amerika Seri... Read moreKamis, 11 Maret 2010 20:33
|




