Siaran Pers Imparsial
No. 002/Siaran Pers/Imparsial/I/2010
“Mempertanyakan Kebijakan Presiden Mengangkat Sjafrie Sjamsoeddin sebagai Wakil Menteri Pertahanan”
“Presiden Terlalu Permisif dalam Pengangkatan ini…”
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akhirnya mengangkat Letnan Jenderal Sjafrie Sjamsoeddin sebagai Wakil Menteri Pertahanan. Rencananya hari ini, 6 Januari 2009, Presiden akan melantiknya sebagai Wakil Menteri Pertahananan guna memperkuat Kabinet Indonesia Bersatu II.
Imparsial (the Indonesian Human Rigths Monitor) menilai pengangkatan itu patut untuk dipertanyakan. Hingga kini Letjen Sjafrie Syamsudin masih belum dibuktikan tidak bersalah dalam serangkaian kasus kejahatan serius terhadap hak-hak asasi manusia di Indonesia. Hal ini juga yang diduga menjadi dasar penangkalan pemerintah Amerika Serikat (AS) terhadap Sjafrie Syamsoedin untuk masuk Ke AS beberapa waktu yang lalu.
Kebijakan politik Presiden dalam pengangkatan itu terlalu permisif dan menunjukkan ketidakpekaan Presiden terhadap persoalan penegakan HAM. Kendati Presiden memiliki kewenangan prerogratif di dalam mengangkat Menteri dan Wakil Menteri tetapi adalah sepantasnya Presiden untuk berpikir secara tepat dan tidak keliru di dalam pengangkatan menteri dan wakil menteri.
Dengan belum tuntasnya penyelesaian kasus pelanggaran HAM masa lalu dan adanya penangkalan dari pemerintah AS seharusnya Presiden pertama-tama melakukan public scrutiny dengan melibatkan Komnas HAM sebelum melakukan pengangkatan. Di titik itu, Imparsial secara tegas mempertanyakan apa sesungguhnya alasan dan dasar pertimbangan Presiden untuk mengangkat Sjafrie Sjamsoedin sebagai wakil menteri pertahanan?
Lebih dari itu, pengangkatan itu juga akan menimbulkan masalah baru dan kerumitan tersendiri bagi Presiden dalam menjelaskannya di tingkatan internasional. Presiden sebenarnya dapat memilih calon lain yang memiliki kompetensi untuk menduduki jabatan itu. Kami yakin bahwa di tubuh purnawirawan TNI maupun kalangan sipil masih banyak yang bersih dari masalah dan cakap untuk menjadi wakil menteri pertahanan.
Jakarta, 6 Januari 2010
Al Araf
Direktur Program
Al Araf 081381694847
Pemutakhiran Terakhir (Kamis, 11 Maret 2010 23:35)
Seminar Nasional
dalam rangka
"Memperingati Hari HAM
dan Mengenang (alm) Munir 8 Desember 1965 - 7 September 2004”
“Hentikan Kekerasan di Papua menuju Dialog Jakarta-Papua”
9 Desember 2011
Auditorium FISIP Universitas Parahyangan Bandung
Diselenggarakan oleh :
FISIP Universitas Parahyangan, Imparsial dan Forum Akademisi untuk Papua Damai
Jadwal acara dan Pembicara :
Disk
Siaran Pers
Kementerian Pertahanan Sebagai Penghambat Reformasi Peradilan MiliterSiaran Pers Imparsial No.003/siaran pers/imparsial/II/2010 Proses amandemen UU 31/1997 tentang peradilan militer kembali mengalami stagnasi.... Read moreRabu, 03 Pebruari 2010 00:00
" Menyikapi Kedatangan Presiden Barack Obama "Siaran Pers Imparsial No.005/Siaran Pers/IMP/III/2010 " Menyikapi Kedatangan Presiden Barack Obama " Kedatangan Presiden Amerika Seri... Read moreKamis, 11 Maret 2010 20:33
|




