"Oleh karena itu, kami mendesak para pihak untuk tidak menggunakan kekerasan dalam menyelesaikan persoalan Papua," ujar Koordinator Forum Akademisi untuk Papua Damai Otto Syamsuddin Ishak saat diskusi bertema "Mewujudkan Dialog untuk Penyelesaian Konflik Papua" di Jakarta, Kamis (11/8).
Guru Besar Universitas Syiah Kuala ini juga mengatakan jika dicermati lebih jauh, konflik Papua sesungguhnya begitu kompleks dan mencakup berbagai sektor kehidupan masyarakat yang ada di Bumi Cenderawsih. Mulai dari persoalan sejarah, politik, ekonomi, sosial budaya, dan kesejahteraan.
"Jadi keliru dan tidak tepat kalau konflik Papua hanya dibaca secara sederhana sebagai persoalan separatisme," ujar Otto yang juga pendiri Imparsial.(BJK/ANS)
http://berita.liputan6.com/read/348358/pengamat-konflik-papua-bukan-persoalan-separatis-semata
Diskusi Publik
Kenaikan Harga BBM vs. Belanja Senjata Rp. 150 Triliun (Menyoal Transparansi dan Alokasi Belanja Senjata TNI)
Rabu, 28 Maret 2012, Pukul. 14.30 s/d Selesai Tempat:
Kantor HRWG (Human Right Working Group)
Alamat: Jln. Rp Soeroso 41, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat (Depan Restauran Roro Jonggrang)
Pembicara:
- TB. Hasanuddin (Wakil Ketua Komisi I DPR RI)
- Danang Widoyoko (Koordinator ICW)




