Cakada Unsur Aparat Berpotensi Menggerakkan Anak Buah

RMOL. Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnvian dan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto diminta tegas kepada anak buah dalam Pilkada 2018.

Direktur Imparsial Al Araf menilai anggota Polri dan TNI yang mencalonkan diri memiliki potensi besar untuk memobilisasi aparat penegak hukum.

Menurut Al Araf, Tito maupun Hadi harus bisa menjaga netralitas anak buahnya agar tidak ikut dalam kontestasi politik. Apalagi mengikuti arahan bekas pemimpinnya yang bertarung di Pilkada.

Sebab, sambung Al Araf sudah menjadi suatu keharusan bagi aparat keamanan untuk menjaga profesionalitas mereka, baik menjelang maupun pada saat pelaksanaan Pilkada.

“Pemihakan pada salah satu kendidat, upaya pemanfaatan situasi politik dan penyimpangan-penyimpangan harus dicegah dan dihindari,” ujarnya saat diskusi di Kantor Imparsial, Jakarta, Kamis (18/1).

Lebih lanjut Al Araf menilai bukan Tito dan Hadi saja yang bertindak tegas kepada anggotanya. Bawaslu, Kompolnas serta Komnas HAM juga ikut memasang mata ekstra ketat untuk mengawasi para kandidat bekas aparat hukum. Sebab mereka memiliki potensial dalam memobilisasi aparat demi meraih kemenangan.

“Jangan sampai ada keberpihakan. Bawaslu, Komnas HAM, Kompolnas dan lembaga lainnya harus melakukan pengawasan yang efektif dalam pelaksanaan Pilkada 2018,” ujarnya.

Menurut catatan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, tercatat ada 1.138 orang 569 pasangan calon mendaftarkan diri di Pilkada Serentak 2018. Sebanyak 16 orang di antaranya berasal dari unsur TNI/Polri, baik yang masih aktif maupun yang sudah berstatus purnawirawan. [nes]

 

KAMIS, 18 JANUARI 2018 , 23:41:00 WIB |

LAPORAN: JOHANNES NAINGGOLAN

Bagikan :
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *