Hukuman Mati Menandakan Masyarakat Indonesia Sudah ‘Sakit’

Benarkah dukungan terhadap penerapan hukuman mati menandakan bahaya bagi masyarakat Indonesia?

MajalahKartini.co.id – Penerapan hukuman mati yang sudah dilakukan Indonesia setahun belakangan masih menuai pro kontra sampai saat ini. Hal ini juga seperti ditentang oleh seorang Dosen Universitas Indonesia, Lucia Ratih Kusumadewi.

“Sebagian besar masyarakat Indonesia menghendaki adanya hukuman mati, apakah masyarakat kita memang sakit?” ujarnya dalam diskusi publik Hukuman Mati dan Revisi KUHP Indonesia di Universitas Paramadina, Jakarta Selatan, Rabu (06/01)

Menurutnya, hukuman mati dalam perspektif sosiologi hanya memperlihatkan watak dari kalangan sosial tertentu. Hal inilah yang menjadi satu lingkaran kecemasan apakah karakter masyarakat di Indonesia memang sakit.

Dalam penjelasannya, Lucia menuturkan bahwa dalam negara yang beradab ketika terdapat satu berita terkait kekerasan maka berita tersebut akan menimbulkan pertanyaan besar di masyarakat.

Hal ini berbanding terbalik dengan Indonesia yang dalam kehidupan sehari-hari diwarnai oleh berita kekerasan dan seolah sudah menjadi hal yang biasa terjadi. Dengan adanya fenomena ini, maka Lucia juga mengatakan bahwa karakter masyarakat yang sakit sudah ada di Indonesia.

Tidak hanya dengan berita-berita kekerasan, namun dicantumkannya hukuman mati menambah fakta bahwa kekerasan memang sudah mengakar di Indonesia. “Hukuman mati bukan masalah hukum semata tapi masalah yang mengakar dalam masalah sosial kita,” tambahnya.

Seperti diketahui, Indonesia masuk dalam 54 negara di dunia yang melaksanakan hukuman mati dalam memutuskan keadilan. Setahun lalu, hukuman mati sudah diterima oleh gembong narkoba di Indonesia. (Foto: Gloria Safira)

Sumber : majalahkartini.co.id

Bagikan :
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *