HUT ke-72, TNI Hadapi Tiga Tantangan

Media Indonesia-DIREKTUR Imparsial Al Araf mengatakan ada tiga tantangan yang akan dihadapi TNI ke depannya. Hal itu diutarakannya saat memberikan pandangannya tentang HUT ke-72 TNI yang akan digelar besok (5/10).

Pertama, kata Al Araf, bagaimana memastikan prajurit TNI itu profesional. Untuk mewujudkan itu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

“Kesejahteraan prajurit, pendidikan prajurit, pelatihan yang harus ditingkatkan kualitas dan kuantitasnya karena sekarang masih minim, dan mengakomodasi alutsistanya,” kata dia saat dihubungi Media Indonesia, Rabu (4/10).

Tantangan kedua, kata dia, menyangkut hubungan antara sipil dan militer. Presiden sebagai otoritas sipil yang dapat mengendalikan militer harus memiliki kemauan untuk dapat mengendalikan institusi tersebut.

Menurutnya, jika ada bawahannya yang melakukan kegaduhan, maka Presiden harus bersikap. “Perlu ada tindakan kalau ada bawahan dia yang menimbulkan polemik atau kegaduhan,” ucapnya.

Beberapa waktu belakangan ini memang muncul polemik terkait pernyataan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Gatot mengatakan bahwa ada pembelian 5.000 pucuk senjata oleh institusi militer. “Misalnya soal 5.000 senjata. Dia (Gatot) sebaiknya ngomong ke dalam, bukan ke luar,” kata Al Araf.

Adapun tantangan yang ketiga, lanjutnya, mengenai orientasi pertahanan yang seharusnya mulai berorientasi keluar, tidak lagi berorientasi ke dalam. Perubahan orientasi tersebut pun akan berdampak pada keharusan membangun keamanan maritim. Dengan begitu, angkatan udara dan angkatan laut harus lebih ditingkatkan. (X-12)

 

 

Penulis: Nur Aivanni

Bagikan :
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *