Imparsial: Keterlibatan Militer dalam Insiden di Papua Tidak Tepat

Penulis: Rahmatul FajriPada: Kamis, 13 Des 2018, 19:11 WIB

 

MEDIA INDONESIA-PENELITI Imparsial Evitarossi Budiawan mengatakan pelibatan militer dalam insiden kekerasan yang terjadi di Papua sebagai tindakan yang tidak tepat. Ia mengatakan jika pendekatan keamanan tetap dilakukan maka berpotensi terjadi lagi insiden serupa.

“Akan terus terjadi jika dilibatkan militer, akan ada kekerasan lagi, pelanggaran HAM lagi,” kata Eva ketika konferensi pers Koalisi Masyarakat Sipil di Yayasan LBH, Jakarta Pusat, Kamis (13/12).

Saat ini, lanjut Eva, harus menjadi momentum bagi pemerintah untuk menjalin jalan berdialog dengan masyarakat Papua. Upaya dialog merupakan satu-satunya cara yang baik. Sekaligus, guna meminimalisir kekerasan HAM berikutnya.

“Pemerintah harusnya tidak menutup mata juga. Sudah saatnya membuka mata, dialog dibuka kembali oleh pemerintah,” ungkapnya.

Selain itu, Eva meminta upaya dialog harus dibarengi dengan penyelidikan oleh Komnas HAM untuk melihat terjadinya pelanggaran HAM dan mengetahui peristiwa yang sebenarnya terjadi.

“Komnas HAM harus melakukan penyelidikan karena sudah ada terjadi pelanggaran HAM di sana,” ujarnya.

Selain kekerasan, ia juga meminta pemerintah melakukan perlindungan kepada para saksi yang masih hidup, sehingga menjadi keterangan yang jelas dan bukti hukum nantinya.

“Peran LPSK diperlukan melakukan langkah-langkah perlindungan saksi dan korban,” pungkasnya.(OL-5)

Bagikan :
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *