Imparsial: Sektor Alutsista Rawan Dikorupsi

Kumparan–Direktur Utama Imparsial, Al Araf, mengatakan ditangkapnya Direktur Utama PT PAL Indonesia dalam kasus dugaan korupsi penjualan kapal Strategic Sealift Vessel kepada Filipina membuktikan sangat rentan terjadi korupsi di sektor pertahanan, khususnya dalam pengadaan alutsista.
Ia juga mengatakan potensi dugaan korupsi di sektor alutsista itu terjadi dimulai dari proses pembelian hingga perawatan.
“Pola korupsi di sektor alutsista diduga terjadi dalam beberapa bentuk, seperti penggelembungan harga pembelian, pembelian alutsista yang under-spek, hingga pemangkasan biaya perawatan,” ujar Al Araf dalam diskusi Membongkar Korupsi Alutsista di Kantor Imparsial, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (4/4).
Al Araf menilai dugaan korupsi di sektor alutsista tersebut disebabkan oleh lima hal. Pertama, tertutupnya KPK mengusut korupsi, khususnya yang melibatkan oknum aparat TNI. Faktor selanjutnya adalah terlibatnya pihak ketiga (broker) menjadi penyebab utama korupsi dalam pengadaan alutsista.
Faktor ketiga adalah pembelian alutsista bekas membuka ruang skandal terjaidnya korupsi, keempat dalih tentang “rahasia negara” dalam pembeliaan alutsista menyulitkan dalam upaya pemberantasan korupsi pada sektor pertahanan. Dan terakhir, minimnya pengawasan internal dan eksternal dalam pengadaan dan pemeliharaan alutsista juga menjadi ruang yang berpotensi terjadinya korupsi di sektor pertahanan.
Al Araf mengapresiasi langkah KPK dalam mengungkapakan kasus korupsi di PT PAL. Ia berharap pemerintah bisa segera melakukan reformasi peradilan militer melalui revisi UU 31 tahun 1997.
“Kami mengapresiasi langkah KPK dalam mengusust kasus ini. Kami juga meminta agar pemerintah segera melakukan revisi UU mengenai peradilan militer,” ujarnya.
Namun ia juga berharap banyak kepada KPK agar membongkar kasus-kasus dugaan korupsi alutsista lainya. Kasus-kasus tersebut antara lain, pembelian sukhoi pada pemerintahan yang lalu, pembelian rudal MLRS, dan kasus-kasus lainnya.

Bagikan :
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *