Penunjukan Andika sebagai KSAD Dituding Sarat Muatan Politis

Direktur Imparsial Al Araf mengendus ada muatan politis serta pertimbangan khusus yang berkaitan dengan kontestasi Pemilu 2019 mendatang.

 

BERITA , NASIONAL

Kamis, 22 Nov 2018 23:55 WIB

 

KBR, Jakarta- Pengangkatan Andika Perkasa  sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD ) dianggap sarat kepentingan politik dan rawan memicu konflik di internal TNI AD.

Pendapat itu diungkapkan Direktur Imparsial Al Araf yang menganggap karir militer Andika cenderung meningkat sangat cepat. Ia mengendus ada muatan politis serta pertimbangan khusus yang berkaitan dengan kontestasi Pemilu 2019 mendatang. Tak sampai disana, pengangkatan ini juga bakal menyulut permasalahan regenerasi di tubuh TNI AD, mengingat Andika melompati tiga angkatan di atasnya.

“Bahwa kita tahu dinamika pergantian KSAD sebenarnya dengan mengangkat angkatan 87 ini akan menimbulkan problem di dalam konteks regenerasi di angkatan darat. karena sebenarnya masih ada angkatan 84,85, 86 yang masih potensial menjadi calon KSAD,” Kata Direktur Imparsial  Al Araf saat dihubungi KBR, Jakarta, Kamis (22/11/2018).

Al Araf menjelaskan, persoalan senioritas akan selalu ada di tubuh TNI AD. Namun ia mempertanyakan pertimbangan apa yang membuat Presiden memilih Andika padahal ada banyak calon potensial lain yang juga layak menempati posisi KSAD.

“Jika persoalnya lompatan ini disebabkan karena Andika dianggap calon yang layak, maka semestinya pada angkatan yang sama terdapat Mayjen Muhammad Herindra yang juga meraih penghargaan Adhi Makayasa sebagai individu yang terbaik,” jelasnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo melantik Letnan Jenderal TNI Andika Perkasa sebagai Kepala Staf Angkatan Darat(KSAD). Andika menggantikan Jenderal TNI Mulyono yang akan memasuki masa pensiun tahun depan. Andika Perkasa merupakan lulusan Akademi Militer angkatan 1987. Pengangkatannya ini melompati setidaknya tiga angkatan di atasnya. Padahal, empat bulan sebelumnya, ia baru dilantik sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad).

Selain Andika, nama lain yang mencuat sebagai kandidat adalah Wakil KSAD Letjen TNI Tatang Sulaiman (angkatan 1986), Inspektur Jenderal TNI Letjen Muhammad Herindra (angkatan 1987), dan Sekretaris Jenderal Dewan Ketahanan Nasional Doni Monardo(angkatan 1985). 

Editor: Friska Kalia

Bagikan :
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *