Saat Imparsial Kritik Puisi Panglima TNI di Rapimnas Golkar, Katanya..

JawaPos.com Sikap Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai politik hari Senin, 22 Mei 2017 lalu adalah tidak tepat dan cenderung politis. Pernyataan tersebut disampaikan Imparsial.

Direktur Imparsial, Al Araf mengatakan, di dalam negara demokrasi, TNI adalah alat pertahanan negara yang dipersiapkan, dididik, serta dilatih untuk menghadapi perang. Karena itu, Panglima TNI seharusnya fokus membangun tentara yg profesional.

“Bukan malah datang ke Rapimnas partai politik dan membacakan puisi yg memiliki makna politis,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (24/5).

Sementara kehadiran Panglima TNI dalam Rapimnas Partai politik yang diikuti dengan pembacaan puisi tidak sejalan dengan tugas Panglima TNI sebagaimana diatur oleh undang-undang.

Menurut pandangannya, ini bukan yang pertama. Beberapa kali langkah Panglima terlihat politis dan tidak sejalan dengan UU TNI. Misalnya saat melakukan komplain terkait masalah anggaran pertahanan yang berujung konflik dengan Kementerian Pertahanan.

“Lalu adanya kehendak Panglima yang ingin memulihkan hak politik TNI,” imbuhnya.

Untuk itu, Al Araf menilai, sudah saatnya Presiden mempertimbangkan pergantian Panglima TNI demi penyegaran dan reorganisasi TNI. “Sudah saatnya posisi Panglima TNI diletakkan sebagai jabatan yang sesuai dengan UU TNI untuk menciptakan tentara yg profesional,” pungkasnya. (far/jpk)

 

EDITOR : MOCHAMAD NUR

Bagikan :
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *