Tentara Aktif Tempati Jabatan Sipil Dinilai Kembalikan Otoritarian TNI

kumparanNEWS- reorganisasi dan restrukturisasi TNI melalui revisi UU TNI bisa menyebabkan kembalinya dwifungsi ABRI (sosial-politik). Hal ini disampaikan Ketua Imparsial, Al Araf, dalam konferensi pers di kantor Imparsial, Jakarta Selatan, Rabu (6/2). Menurutnya, penempatan militer aktif pada jabatan sipil tidak tepat dan bertentangan dengan agenda reformasi TNI. “Penempatan militer di jabatan sipil tentu sama mengembalikan otoritarian TNI. Padahal itu sudah dihapus. Sama saja dengan mundur ke belakang. Apalagi sampai ke level revisi undang-undang TNI,” ujar Al Araf. Menurutnya, kebijakan itu juga menyebabkan munculnya deviasi, penggunaan TNI tidak sesuai fungsinya, seperti untuk peningkatan elektoral.

“Restrukturisasi bukan berarti memperkuat teritorial. Sepantasnya organisasi TNI lebih menambah kekuatan dan kualitas personel seperti Kostrad,” katanya.

Hal senada juga disampaikan koordinator peneliti Imparsial, Ardi Manto. Dia menilai, kebijakan tersebut mengembalikan fungsi kejayaan TNI yang berpijak pada doktrin dwifungsi ABRI yang sudah dihapus sejak reformasi 1998.

“Hal ini tentu berimbas pada terganggunya sistem pemerintahan yang demokratis,” ujar Ardi. Reformasi TNI mensyaratkan militer tidak lagi berpolitik dan salah satu cerminnya adalah militer aktif tidak lagi menduduki jabatan sipil. “Sejak UU TNI disahkan, militer aktif hanya menduduki jabatan terkait fungsi pertahanan seperti Kemenkumham. Dalam konteks itu, rencana perluasan ini perlu dikaji,” kata Gufron Mabruri, Wakil Direktur Imparsial. Untuk diketahui, reorganisasi dan restrukturisasi TNI ini direncanakan meliputi penempatan militer ke jabatan sipil, penambahan unit, serta struktur baru TNI, peningkatan status jabatan, perpanjangan usia pensiun Bintara dan Tantama.

 

kumparanNEWS
6 Februari 2019 16:21 WI

Bagikan :
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *